Beraksi dengan damai dan berdamai dengan aksi

Posted: 30,Sep , 2010 in pergerakan

Ketika pintu2 diplomasi tertutup. Suara tak lai didengar. Rengekan tak digubris. Bujukan tak diacuhkan. Maka ada satu jalan lagi dalam memperjuangkan suara kita; aksi. Aksi damai yang dipilih oleh BEM KM Unand dalam menyuarakan keinginannya untuk memiliki kampus yang lebih professional dan bak dalam pengelolaannya. Penggunaan system online KRS yang sedianya diberlakukan di Unand secara totalitas, ternyata tak bisa dilaksanakan secara serentak dan menyeluruh di semua fakultas.

Dibeberapa fakultas (Sastra n Pertanian), belum bisa diberlakukan penggunaan KRS online. Permasalahan lain terkait dengan KRS online adalah batas waktu pendaftaran yang tidak merata di fakultas. Pemilihan waktu pendaftaran yang berbarengan dengan jatah libur puasa dan lebaran mengakibatkan sosialisasi pendaftaran tidak dikonsumsi oleh semua mahasiswa. Imbasnya, banyak mahasiswa yang belum mendaftr meski masa pendaftaran KRS online sudah habis.

Di fakultas Hukum, dilakukan perpanjangan pendaftaran (kebijakan local dekanat), sehingga mahasiswa yang belum mendaftar hinga masuk kuliah perdana setelah lebaran dapat melakukan pendaftaran KRS online.

Sebanyak 60 orang lebih mahasiswa terancam BSS karena hingga kini belum mendaftar. Diawal masuk kuliah, mereka dating ke BNI dan ICT Unand untuk mendaftar. Namun, pihak BNI dan ICT  tidak bersedia melayani pendaftaran dengan alasan pendaftaran sudah ditutup.

Data sebanyak 60 orang mahasiswa terancam BSS. Karena keterlambatan dalam melakukan pendaftaran. Dikarenakan:

  1. Kurang sosialisasinya masa pendaftaran KRS online (Mahasiswa tidak tahu dengan batas masa pendaftaran karenanya, bagaimana mau daftar, kalo masa pendaftaran saja ‘gak tahu).
  2. Kurang berkualitasnya sistem web Unand. Tidak bisa diaksesnya web Unand pada kondisi-kondisi krusial (masa-masa pendaftaran) yang mengakibatkan mahasiswa yang pulang kampong tidak bisa mengakses web Unand (melakukan pendaftaran).
  3. Kebijakan (perpanjangan masa pendaftaran) yang tidak merata pada setiap fakultas. Difakultas tertentu dilakukan perpanjangan; mahasiswa dapat melakukan pendaftaran KRS pasca lebaran (Fak. Hukum). Sementara di fakultas lain tidak bisa, dan mahasiswa terancam BSS.
  4. Kebijakan yang belum direalisasikan secara menyeluruh di semua fakultas.

Sehingga kalau memang dengan beberapa kondisi di atas membuktikan bahwa Unand, belum mampu secara total dan professional melaksanakan system KRS online, dengan adanya kendala-kendala yang menyebabkan beberapa mahasiswa  tidak bisa melakukan pendaftaran online secara tepat waktu, maka mahasiswa ini layak diberi dispensasi. Bersama-sama, antara mahasiswa dan rektorat bertoleransi dalam hal kekurangan, dan disiplin dalam kelalaian.

Dibuat pada saat rapat pleno, persiapan aksi KRS Online.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s