At Takwin Al Ummah

Posted: 26,Mei , 2008 in dakwah

At Takwin Al Ummah

Oleh Fadil

Salah satu manhaj atau metode islam adalah tidak membiarkan satu pn aspek kejiwaan manusia tanpa memberikan tuntutan dan alternative pelaksanaan. Mengetahui manhaj islam yang kaffah, jelas lagi detail, dan penyelenggaraannya yang sederhana.

Meyakini bahwa jika umat islam mengikuti jalan atau syariat yang telah digariskan oleh Allah, tidak lain menjadikan manusia (umat) akan hidup dibawah naungan islam yang mulia dengan terpenuhinya hati oleh rasa tenang dan damai. Tersandang kemuliaan dan kehormatan. Meraih gelar kuntum khoiru ummah (umat terbaik). Terdepan dalam akhlak, perilakudan menduduki posisi strategis dengan peran pentingnya dalam kehidupanmanusia. Tidak lain dan tidak bukan dalam bingkai profil seorang muslim yang taat pada jalan lurus yang menghubungkan titik terdekatnya dengan sang Pencipta.

At Takwin Al Ummah (pembentukan umat) adalah salah satu manhaj yang merindukan terwujudnya generasi rabbani, terbinanya pilar-pilar penopang agama. Pribadi muslim yang komeitmen kepada islam, dalam seluruh aspek kehidupan. Penyadaran generasi qur’ani akan urgensi penerapan hakikat sitem islami. Penera[pan dan pelaksanaan syariatNya dengan semaksimal mungkin melalui tangan tanganmereka, kemuliaan islam dan umat akan kembali. Semua ini tidaklah sulit bagi Allah.Cukuplah yang kita harap pada titik akhirnya adalah ridho Rabbi Izzati.

Tidak ada pilihan lain kecuali persiapanyang sebenar-benar persiapan menyongsong gelar ini. Dengan kesadaran baru, semangat yang tak pernah pudar, hasrat yang benar, jiwa yang terjaga. Memenhui fitrah dan danmenyadarkan nurani. Bangn berdiri untuk menyelamatkan eksistensi umat kesinambungan periodik dan usaha keras dalam upaya mempertahankan keberadaan diri sebagai pewaris bumi, Allah berfirman…

Salah satu upaya atau langkah pembentukan umat adalah dengan tarbiyah. Pendidikan jiwa dalam penyekessaian masalah social-dzatiyah. Berddasarkan pada pertimbangan fitrah manusia dalam batas-batasnya yang akan menunjukkan fitrah manusia adanya. Yang menggariskan perjalanan manusia sesuai manhaj, dengan kondisi normal, lurus, dan seimbang.

Tidak berhenti sesaat saat semua harus berjalan,

Tidak mundur ketika yang lain maju

Dan tidak lumpuh ketika barisan semakin kuat

Mengupayakan kembali tegaknya kalimat tauhid di bunmi ini. Meramaikan halqah-halaqah yang didalamnya disebut-sebut nama-Nya. Menggiatkan mimbar-mimbar dengan ucapan takbir dan mengguncang setiap rongga dan bangunan kesadaran umat. Pemurnian akidah (salimul aqidah) yang putih lagi kokoh sekokoh gunung. Ajaran tauhid sebenar-benar fajar lagi sempurna sesempurna akhlak sang pengembannya, Rasulullah saw.

Menunjukkan kepastian tinggi tamsilnya, sebuah intisari pengajaran, kesimpulan norma-norma semua tata aturan pergaulan hubungan. Tak ada dan tak akan ditemui pada jalan yang lain. Kemutlakan panduan sebagai julkak (petunjuk pelaksanaan) hidup; Al-Qur’an.Kemurnisn dan kebenarannya yang tidak bias ditandingi buku atau kitab lain.

Membumkan ajaran wahyu yang ditanamkan. Mengenyahkan barisan kebatilan; dari sepan dan belakang. Ajaran yang penuh ketinggian risalahNya, dengan sifat-sifatNya, dengan muwashaffat millahnya, internasional (universal), komprehensip lagi paripurna (sempurna). Rahmat lil ‘alamin.Usaha penyelamatan alam, perbendaharaan keberuntungan makhluk, sumber keselamatan di dunia dan akhirat bagi semua insan.

Menolak koalisi dengan kebatilan, juga konsumsi manusia tentang kisah seribu satu malam, kebohongan Hammurabi, igauan Plato dan mimpi shakshpare. Akan tetapi, dengan mujizat Al-Qur’an dan sunnah yang diikuti, nasehat dan hikayat, bukti yang nyata adalah petunjuk, cahaya dan penawaran segala penyakit yang ada.

Barisan penyeru kebajikan

Dijadikan wajahnya putih bersinar karena mereka adalah ahli tauhid dan ahli pengemban risalah. Merekalah yang mata hatinya diberi cahaya oleh Allah di duni adan akhirat. Mereka yang menyatakankepada para pendurhaka disekelilingnya :

‘ Hai orang-orang yang sesat, berhentilah kamu dari kedurhakaanmu, kalau tidak seseungguhnya kebinasaan yang menyeluruh akan menimpa kita”

`dalam risalah upaya (pembentukan umat), ada beberapa masalah penting yang perlu menjadi pegangan kita bersama :

  1. Kewajiban bersama untuk beramar ma’ruf nahi mungkar.

Kita adalah suatu umat yang tidak dapat hidup atau bisa hidup tapi nerugi, kecuali dengan merealisasikan rutinitas kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar. Maka tak ada lagi diamnya orang yang lemah imannya ketika melihat suatu kemungkaran. Enyah kebiasaan dari berlepas diri terhadap amanah (tanggungjawab). Karena meyakini hukuman Allah menimpankeseluruhan , akibatnya dirasakn oleh semua semua orang, baik shalih maupun yang jahat, oleh pihak yang melakukan kerisajkan ataupun pihak yang mengusahakan perabaikan.

2. Jalan hidayah telah terbuka pintu-pintunya.

Sesungguhnya terpikul dipunak kita; kewajiban untuk mengajak manusia pada kebenaran,menghadapi manusia sebagai objek kedua sebagai objek kedua dalam etika dakwah. Maka, masihkah kita berkutat di masjid-masjid kita, halqah-halaqah rutn kita,sedang orang lain membinasakan dirinya? Mengapa kita hanya berdiam diri, sedang kedurhakaan mewabah dan menyebar kemana-mana? Takutlah kita aka pengaruh yang akan menimpa kita:

“ Serulah manusia kepada jalan TuhanMu dengan hikmah dan pengajaran yang baik…”[QS. An Nahl 125]

Yang perlu dilakukan adalah meluaskan segmen penerimaan masyarakat terhadap aktivitas tarbiyah. Memnculkan halaqah dan taklim bukan hanya untuk komunitas kampusdan sekolah, tapi juga menambah dan merambah ke perkantoran, pabrik,organisasi bahkan arisan ibu-ibu.tentusaja dengan penyesuaian berbagai kemasan bentuk yang berbeda-beda.

Melukiskan masa kejayaan, bahkan pada lembar yang juah lebih panjang.

Al-Qur’an sebagai juklak (petunjuk pelaksanaan) seluruh aktivitasinsan di bumi.

Merajut jiwa-jiwa yang terpecah menjadi sebuah kesatuan barisan yang solid.

Setiap individu muslim harus memperbaharui komitmennya kepada risalah dan jalan hidupnya senbagai muslim. Mengkondisikan dengan segala kerendahhatian, hati yang memadai dan kesiapan diri untuk pembentukan umat yang dicita-citakan.

Menjadikan pembentuksn umst yang dicita-citakan sebagai agenda utamadalam aktivitas dakwah kta sehingga hendaknya kita mengesampingkan agenda-agenda kecil lainnya yang hanay akan mengurangi dan menguras alokasi energi kita. Kalau kita ingin menyaksikan umat ini mengukir dan mengalirkan sejarah dengangelombangnya yang nyata dan menggemuruh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s