amanah

Posted: 17,Mar , 2008 in Uncategorized

Amanah

Rutinitas memanggil hari
Melewati biasanya sepi
sadari pundak dibebani
dan syukurku mengalun
Takkan ku biarkan waktu berlari
Sesali diri dipenuhi ilusi

Ku tersadar ku menaruh hati
Biarkan pintu kesadaran terbuka
persilahkan sang tanggungjawab bertamu
sang ruang tamu bathin ini nyaman disinggahi
Rasakan cint mengemban misi
Ringan, ikuti ekspedisi meraih prestasi

Puisi 2 :
Bumi berdzikir

dzikirku kembali mengalun senja ini
bumi bergoncang, rendahkan diri di hadapan illahi
rutinitas insan seketika terhenti
rongga hati dipenuhi kekhawatiran tsunami nan membayang
istighfar bersahutan mengalun
simfoni jiwa penenang diri
ruang kesadaran dan kerendahatian terkuak
kodrati diri kini diakui manusia hanya makhluk lemah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s