tugas untuk sahabat_umat hari ini

Posted: 19,Jan , 2008 in dakwah

AL-LAHAB
“Bermegah-megahantelah melalaikan kamu,(1) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2).
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu). (3) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (4) janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim. (6) Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin. (7) Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahan di dunia itu).”(8)
Pada surat ini memiliki pesan yang agung,menakutkan dan alam. Pernyataan yang tegas dan membangunkan bagi orang-orang yang masih saja terlelp dan terlena dengan berbagai kerusakann moralnya. Surat ini mengemukakan kedahsyatan sesuatu yang menantikan mereka yang masih saja terlarut dengan kebiasaan mereka; tak mau berubah atau bertobat. Kedahsyatan di alam kubur.
Penegasan terhadap kerusakan morak adalah berupa kebiasaan gaya konsumtif, pamer penampilan, bermegah-megahan. Konsumtif di luar batas. Di luar batas toleransi dan tenggangrasa kepada sesama. Ketika orang lain bahkan dlan kondiissi kekurangan, berada dibawah garis kemiskinan, makin saja menghambur-hamburkan harta kekayaan, belanja menganut gaya hidup mewah. Penampilan yang sealu terlihat mewah dengan segala aksesoris dan atribut kemwahan dunia, dengan harapan ingon dipandang terhormat. Bermegah-megahan. Bermegah-megahan mengumpulkannikmatNya. Mengumpulkan sebanyak-banyaknya kemudian untuk dibanga-banggakan (bermegah-megahan) kekayaan dan segala hak milik.
Menumpuk harta di dunia yang fana ini. Padahal hati pasti yakin bahwa harta yang dibangga-banggakna idak akan dibawa mati (masuk kubur). Tertipu. Bahwasanya segala hak milik dan harta kekayaan akan ditinggalkan.

“Bermegah-megahantelah melalaikan kamu,(1) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2).
Salah satu faktor penyebab penyakit (kerusakan) ini adalah menuruti hawa nafsu. Apabila manusia menunaikan dan menuruti segala keinginan hawa nafsunya maka tidak mustahil dia akan terjerumus ke dalam kehancuran yang akan dibawa hingga kubur.Tabita manusia yang selalu sombong dan bermegah-megaan hingga masuk kubur. Sungguh terlalu. Bahkan masuk kubur pun masih bemegah-megahan. Kita lihat bnyaknya kubur-kubur ynag dibangun secara mewah dan megah. Mati pun masih tetap bermegah-megahan. Parahnya lagi, jika car a mendapatkannya yang tudak baik. Hatintya tidak tenang dan selalu kurang. Berlebih-lebihan dalam menumpuk dan mengumpulkan harta. Umumnya, orang tidak peduli bagaimana cara mengumpulkan harta. Seluruh cita-citanya hanya untuk kesenangan jiwanya dalam memuaskan kinginannya dalam mengumpulkan dan menumpuk harta. Tak peduli cara-cara curang dan tidak terpuji dilakukan.bersusah payah mengejar dunia yang semakin dikejar maka semakinjauh meninggalkan. Bohong, menipu dengan cara halus atau terlihat, praktek korupsi yang masih dan selalu merajalela. Baik di tingkat atas (para pemimpin dan pejabat) atau orang-orang yang berada di bawah. Dan kita pasti terbiasa melihat kondisi-kondisi yang kontras; perbedaan yang nyata antara orang miskin dan orang kaya. Yang kaya tida lagi peduli pada yang misin (kurang mampu). Parahnya lagi jika yang kaya menganggap yang miskin adalah beban dan sebgai sampah masyarakat.Maka setiap kemaksiatan dan cara cara culas dilakukan sebab kebodohan dan keinginan hawa nafsunya. Keadaan ini akan semakinparah dan akan naik ada level yang mengkhawatirkan jika tidak segera diperbaiki kerusakan-kerusakan ini.
Rasulullah saw. bersabda,
”Bukanlah orang kaya itu yang banyak hartanya, tetapi orang kaya adalah orang yang kaya hatina.”(HR. Syaikhain dari Abu Hurairah r.a.)
Kekayaan hakiki adalah kekayaan jiwa, yaitu merssa cukup (qana’ah) dengan apa yang dimilkinya. Ia tidak berharap dengan apa yan dimilki oranglain.
Tidak sedikit orang yang kelihatannya kaya padahal hatinya miskin. Ia mengaharap apa yang dimilki oranglain. Betapa banyak orang yang kelihatannya fakir tetapi hatinya merasa tenang bersama Allah. Inilah kaya yang sesungguhnya.
Qana’ah yang akan menyertai rasa cukup bagi seorang mukmin, tidak tenggelam atas karunia yang telah dilimpahkankepadanya, dan yakin pasti bahwa rezeki akan selalu datang kepadaya. Merasa tenagng, tenteram dan tidak akan berlebih-lebihan dalam mencari kesibukan duniawi. Seorang mukmin akan mengosongkan hatinya dari kecintaan terhadap dunia. Ia tidak merasa senang berlebihan jika menerima dan tidak merasa sedih jika kehilangan sesuatu, karena ia merasa mempunyai Dzat yang Maha Memberi.
Seorang mukmin akan melepaskan diri dari bersusah payang terhadap dunia ini, dan lebih memilih apa yang ada di sisi Allah, karena itu yang lebih abadi dan kekal.

SURAT AL-ASHR
”Demi masa (1) Sesungguhnya, manusia itu berada dalam kerugian, (2) kecuali oang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (3)
Surat yang pendek dan hanya terdiri dari 3 ayat pendek, begitu kompleks mencerminkan manhaj yang lengkap bagi kehidupan manusia. Memberikan hal-hal yang indah dalam menetapi kehidupan yang berbasis ad-din tehadap sesama muslim : perasaan bersaudara. Juga pengingkaran dan peringatan kepada tabiat-tabiat kerusakan dan kefasikan manusia sekarang denga berbagai kesia-siaan yag diperbuatnya. Peringatan kepada mereka yang masih beriman tapi masih mengerjakan kefasikan. Baik sendiri-sendiri maupun berjamaah (perkumpulan). Peringatan terhadap mereka yang memandang remeh dan menyia-nyiakan waktu tanpa melakukan suatu ibadah untuk dunia mauoun akhirat. Menyoroti majelis-majelis dimana terdapat kebiasaan masyarakat yang saling menjatuhkan sesama, saling menggunjing, saling menjathkan, dan menginginkan yang lain mendapat keburukan. Majelis yang didalamnya berisi atmosfer kebencian pada yang haq dan majelis yang tercemar dengan bau-bau kemaksiatan. Kepada mereka yang masih saja melakukan kesia-siaan terhadap nikmat waktu. Kepada mereka yang hanya memetingkan dunia dan kepentinga pribadi.
Pernyataan yang mengejutkan. Bahwasanya semua manusia berda pada kerugian. Menyentakkan pribadi yang masih tnggelam dalam kesia-siaan. Menafikan majelis-majelis penuh kesia-siaan. Dimana majelis tersebut hanya dipenuhi keburua, majelis yang kosong dan kering dengan penuhan warna nama-nama Allah didalamnya. Majelis yang malah dilaknati oleh Allah. Sering kita saksika. Dimana-mana. Menjamurnya majelis-majelis seprti ini. Di pasar, kedai-kedai, di kantor. Jika kita tidak berhati-hati mka kita akan digolongkan ke dalam orang-orang yang disebutkan leh ayat inisebagai oran yang merugi.
Surat ini berhubungan dengan wujud yag berasal dari fitrah asal agam ini. Aturan-aturan yang mengatur dan menjelaskan. Menjelaskan kekuatan-kekuatan potensi dan kelemahan pribadi azasi manusia. Menyingkap profiltentang seharusnya muslim. Maslim yang ruhnya berlemahlembut dan saling berkasih sayang dengan ruhnya sendiri dan ruh orang-orang yang mencintaiNya, rosulNya dan orang-orang yang mencintaiNya. Menyiratkan kehidupan sebagai sebuah wisata Ilahi dengan memberikan penempatan posisi bagaimana seharusnya seoran muslim berbuat dala semua tempat dan kesempatan.
Pada setiap majelis yang di dalamnya terdapat rasa kesamaan visi dan ketundukan dan mempererat di masing-masing jiwa untuk menghamba padaNya semata. Rasa persaudaraan yang dibingkai rasa ketundukan padaNya sesuai manhaj ad-din, pandangan, tata nilai, timbangan-timbangan, norma-norma, syariat-syariat dan undang-undangNya. Semua ini terjadi karena adanya dorongan-dorongan kesamaan yang mengarah pada tujuan yang satu dan hendak dicapai. Merasa terikat, bekerjasama dan saling membantu karena mencari keridhaan Allah semata. Seorang mukmin bergerak bersama yang lain daam satu irama gerakan. Bersaudara karena Allah. Saling bertemu dan berpisah setelah merasa tenang bahwa sahabtny a berjanji untuk selalu menetapi kesabaran di jalanNya. Berlomba-lomba dan saling menasehati untuk mendapatkan apa yang ada di sisi Allah. Saling ber-tawaashi; mengingatkan memberi semangat, menyadarkan betapa dekatnya tujuan yang hendak dicapai, dan mengingtakan perlunya persaudaraan mengingakat erat di dalam meikul beban dan mengemban amanat.

SURAT AL-HUMAZAH

Memperingatkan mereka-mereka yang berkepribadian jahiliyyah :
1. orang yang gemar mengumpat dan mencela
2. Pengumpul harta (yang kikir)
3. Kerdil jiwanya dan menganggap dirinya bisa hidup sendiri
Surat ini menggambakan realitas awal dakwah yangternyata pada masa sekarang terulang lagi kejahiliyyah-an itu. Contoh nyata yang terjadi berulang-ulang pada kehidupan yang indah nan menipu ini. Mencela manusia yang erdil jiwanya, membiarkan dan memberikan kekuasaan pada hawa nafsu akan kekayaan menguasai dirinya. Kepada pribadi-pribadi yang merasa bahwa harta memiliki nilai yang sangat tinggi dalam kehidupan ini. Yang biasanya merasa jika memilki harta kekayaan maka sama baginya memliki sesuatu, dan merasa dapat menolak kematian; mengekalkan hidup dan tak mengindahkan adanya hisab dan pembalasan. Kebiasaan mrendahkan sesama dan menilai kedudukan manusai berdasarkan materi. Mata-mata yang hanya melihat keburukan-keburukan pada diri oranglain,
Al-Qur’an selalu mengiringi pristiwa-peristiwa yang terjadisekalgus memandunya. IA sebagi pedang yang tajam yang daat menghancurkan tipu muslihat para penipu, pelku kejahatan, dan sekaligus menggincamgkan hati musuh dan memantapkan jiwa-jiwa orang beriman. Melarang seorang mukmin agar tidajk mencela dan menghina ukmin lain, menjauhi umpatan dan kedengkian pada sesama.
Terdapat dua makna besar yang tersirat dalam lukisan surah ini.
Pertama, penunjukkan betapa jeleknya akhlak yang rendah dan buruknya jiwa yang hina
Kedua menaga dan memelihara jiwa kaum mukmiin agar jangan sampai diresapi oralitas yang hina dina ini.
Kiranya surah ini dapat meninggikan ruh dan mengangkat jiwa mereka sehingga tidak tertipu lagi pada sika-sikap yang tercela dan akan memberikan hukum atasnya.

SURAH AL-FIIL

Surah ini menggulung memori tentang kejadian masa lalu, kisah yang sangat populer dalam kehidupan umat manusia di Jazirah Arab sebelum diutusnya Rosululah, sekaligus menunjjukkan betapa besarnya perhatian Allah terhadap kawasan suci yang telah diplihnya untuk menerima cahaya terakhir, dan menjadi buaian akidah yang baru. Juga menjadi titik penolakan perjalanan yang suci dalam memberantas kejahiliahan di seluruh penjuru dunia. akidah yang baru. Kejahiliahan tentang kesombongan akan kekuasaan dan kekuatan bahkan saking sombongnya akan menghancurkan cahayaNya.
Tak beda jauh dengan kondisi tersebut, kondisi saat ini juga demikian, Ksombomgan akan kekuasaan menyebabkan pemimpin yang berbuat semena-mena bahkan adakalanya kekuasaannya merasa menandingingi kekuasanNya. Padahal sekali-kali tidak. Kesombongan akan kecanggihan teknologi yang membuat manusia mempertuhankan benda-benda elektronika. Kepada para penguasa yang mencoba menguasai agama ini dengan kekuasaannya, juga para diktator di-era sekarang yang ingin menginjak-injak agama ini.

Surah ini mmerikan peringatan kepada mereka yang membangga-banggakan kekuasaan, menyebut-nyebut kebangsaan dan fanatise golongan, serta meninggalkan panji-paji Allah untuk mengibarkan panji-panji fanatsme.
Profil seorang muslim adalah menjauhkan diri dari sifat sombong dan sifat orang-orang mutakabir. Merasa kecil dan lemah dihadapanNya. Mengetahui bahwa kesombongan adalah rintangan terbesar yang merintangi seorang hamba masuk surga. Menjauhi kekuasaan yang melenakan dan melupakan diri. Seorang mukmin seyogianya menjauhi perbuatan tercela, sehingga tidak akan tampak dalam dirinya sifat-sifat kesombongan sedkitpun. Ia tidak berjalan di muka bumi dengan kesombongan an tiak pula memalingkan wajahnya serta tidak memutarbalikkan fakta ketika berbicara dengan orang lain. Tidak ada s tupun kekuatan di dunia ini melainkan tunduk kepadaNya. Kepada sang tiran yang dengan kesombongannya bahkan ingin menghancurkan rumah Allah, maka Allah perihatkan kekuasaanNya.

SURAH QURAISY

Kondisi ketika masyarakat sudah menyeleweng, mempersekutukan Tuhannya, dan menyembah patung0patung duniawi disamping bertuhankan Allah. Kembali diingatkan akan nikmat-nikamatNya. Kembali diingatkan supaya malu dengan perbuatan yang menyembah selain Allah. Surat ini mengingatkan kepada mereka yang diberikan amanah berupa nikmat-nikmatNya dan memeperingatkan kepada mereka agar tidak lupa dengan nikamt ini; mensyukuri nikmat pemberianNya. Banyak kasus dan contoh orang-ran yang lupa pada nikmatNya. Ketika hati dilipui cemas, ketakuan maka secara fitrah hati dan diri mengakui dan memohon bantuan dariNya, etapi jika berada pada situasi aman maka hanyalah tinggal kenangan kedekatannya denganNya. Para pejabat secara rutinitas mendekatkan diri pada rakyat dan mengeksploitasi pnampilan hingga dibilang sebagai seorang ustad, ketika sebelum pemilihan. Ketika pemilihan sudah selesai dan ia terangkat, maka ia akan lupa dengan nikmatNya dan kebutuhanNya dengan Allah. Ini adalah peringatan yang layak untuk menimbulkan rasa malu didalam jiwa dan kalbu. Saat kesedihan dan kesulitan senantiasa mengingatNya dan pasti yakin untuk memohon pada Pemilik rumah suci (baitullah). Membangkitkan semangat untuk bersegera dalam melakukan perbuatan yang menyiratkan rasa syukurnya atas pemberianNya.

SURAH AL-MAA’UUN

”Tahukah kamu orang yang mendustaan agama? (1) itulah orang yang menghardik anak yatim,(2) dan tidak menganjurkan memberi mkan orang miskin.(3) Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (4) yaitu orang-orang yang lalai dari shalatya, (5) orang-orang yang berbuat riya, (6) dan enggan menolong dengan barang yang berguna.”(7)

Tujuh ayat surat ini memecahkan hakikat besar yang hampir mendominasi pengertian iman dan kufur secara total. Pernyataan bahwa agama Islam adalah manhaj’sistem’ yang saling melengkapi, yang berinteraksi antara ibaah dan syiar-syiarnya dengna tugas-tugas individualnya dan sosialnya. Semuaranya bermuara untuk kepentingan umat menusia dengan tujuan menyucikan hati, memperbaiki kehidupan, dan tlong menolong. Peringatan keras dan jelas kepada orang yang mendustakan agama.
Tanda Orang-orang yang Mendustakan Agama
Untuk mengethaui siapa saja orang yang mendustakan agama, maka surah ini jawabannya. Melalui surat ini maka kita dapat mengetahui dan menbedakan antara benang merah dan benang putih orang yang beragama.
itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi mkan orang miskin.
Bahwa orangyang mendustakan agama adalah mereka yang menhardik anak yatim dengan keras, yaitu menghina anak yatim dan menyakitinya. Juga tdak menganjurkan memberi makan orang miskin dan tidak suka memberi anjuran untuk memberi makan oarng miskin.
Semakin merajalelanya kemiskinan, membludaknya pengangguran, menjamurnya para pengemis, kawasan-kawasan kumuh, penggusuran-penggusuran adalah pandangan yang tak asing lagi di negeri ini. Jika tidak diimbangi dengan kepekaan sosial dan kepedulian sesama maka kndisi seperti ini akan terus saja berlanjut. Timbulkan perbedaan sosial. Bahkan selama ini pemerintah yang lamban dan salah jalan dalam mengatasi hal ini, maka apa yang diupayakan pemerintah adalah menggusur orang miskin, bukannya menggusur kemiskinan. Orang miskin dianggap sebagai beban dan sampah bagi orang-orang kaya.
Membenarkan agama bukanlah pernyataan yang diucapkan dengan lisan, tetapi ia bercokol dalam hati dan mendorong yag bersangkutan unuk berbuat kebaikan dan kebajikan kepada sesama manusia yang membutuhkan pertolongan dan pemeliharaan Allah. Menghendaki pernyataan yang disertai amalan-amalan pembuktiannya. Kalau tidak, pernyataan itu hanyalah debu yang tida berbobot dan nilainya disisi Allah. Inilah profil para pendusta agama.
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan menolong dengan barang yang berguna.”(al-Maa’uun : 4-7)
Pemaparan yang jelas. Ini adalah do’a atau ancaman kebiasaan bagi orang-orang yang lalai dari shalatnya. Siapakan mereka yang lalai dengan shalatnya? orang-orang yang berbuat riya, ) dan enggan menolong dengan barang yang berguna. Mereka mengerjakan shalat, tapi tidak menegakkan shalat. Mereka shalat tapi shalatnya tidak mampu mencegahnya dari berbuat mungkar. Shalat jalan, kemungkaran juga jalan. Maka tak heran jika ada pejabat yang shalat, tapi korupsi juga. Juga masih maraknya kejahatan.
Mereka menunaikan gerakan-gerakan shalat dan mengucapkan do’a-do’anya, tetapi tapi hati mereka tidak hidup dengannya. Ruh-ruh mereka tidak menghadirkan hakikat shalat dan hakikat bacaan-acaan, do’a-do’a, dan dzikir-dzikir yang ada dalam shalat. Mereka shalat hanya ingin dipuji oranglain, bukan ikhlas karena Allah semata
Oleh karena itu, shalat semacam ini tidak memberi bekas di dalam jiwa-jiwa orang yang mengerjakan shalat tapi lalai dalam shalatnya. Karena iu mereka enggan memberi dengan barang-barang yang berguna mereka enggan memberikan pertolongan dan kebajikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Shalat merea semacam debu yang berhamburan, bahkan sebagai kemaksiatan yang menunggu pembalasan yang buruk !
Dia tidak mneghendaki sesuataupun dari mereka untuk diri-Nya Yang Maha Suci karena Dia Maha Kaya, tidak membutuhkan sesuatu pun dai manusia. Tetapi Dia hanya menghendaki kemashlatan diri mereka sendiri, menghendaki kebaikan untuk mereka, menghendaki kesucian hati an kebahagiaan hidup mereka. Dia menghendaki bagi mereka kehidupan yang inggi dan terhormat, yang berlandaskan perasaan yang suci, memiliki kesetiakawanan sosial yang bagus, dermawan, murah htai dan cinta, bersaudara dan bersih hati dan perilakunya.
SURAH AL-KAUTSAR
”ssungguhnya, kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, (1) maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (2) Sesungguhnya oarang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”(3)

Mengawali sebab turunnya surah ini adalah bahwa orang-orang (Quraisy)yang bodoh selalu melakukan tipu daya, kejahatan, penghinaa, dan pelecehan terhadap Rasulullah saw dan dakwah beliau. Memang, setiap kebajikanslalu dimusuhi. Jalan dakwah selalu ditentang. Meneyru kkebaiakan akan selalu ditinggalkan. Kejahatan yang tiada taranya. Oleh karena itu, lantas turun surah ini untuk mengusap hati beliaudengan kasih sayang dan keteduhan juga menetapkan hakikat kebaikan yang kekal dan akan terus berkembang yang telah dipilih Tuhan untuknya, dan hakikat keterputusan yang ditetapkan bagi musuh-musuh beliau.
Surah yan berisi perintah untuk mensyukuri nikmatNya sekaligus memperingatkan kepada mereka yang kufur nikmat.kepada mereka yang enggan dan berta mengeluarkan korban harta kekayaan demi kemajuan dakwah. Padahal nikamt tersebut adalah pemberian Allah. Orang yang menjual dirinya untuk dunia dan enggan berjihad di jalanNya dengan sejuta alasan. Pengarahan untuk mensyukuri nikmat yang besar dan melimpah. Mensyukuri nikmat sebagi hak yang pertama. Keikhlasan beribadah hanya karenaNya. maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.
Tanpa menghiraukan kemusyrikan orang-orang yang musyrik dan tanpa menyertakan mereka yang menyebut nama selain Allah dalam berkoraban.

SURAH AL-KAAFIRUN
Peringatan kepada bangsa yang tidak mengingkari Allah, tapi tidak mengerti hakikatNya sebagaimana yang Dia sifatkan diriNya denganNya, yaitu Maha Esa dan tempat bergantung. Peringatan kepada mereka yang mempersekutukan Allah dan tidak menghormatiNya dengan sebenar-benarnya. Mereka mempersekutukanNya dengan berhala-berhala mereka yang mereka buat sendiri. Mereka yang beriman kepada Allah tetapi masih menganggap benda-benda dan hal=hal lain juga mempunyai kekuatan yang bisa membantunya. Kepercayaan kepada berhala-berhala, benda-benda magis(keris, jimat, dsb.). mereka menjadikan berhala-berhala dan benda-benda mempunyai andil dalam pertanian, peternakan dan anak-anak mereka, juag pada usaha atau bisnis mereka. Tak jarang kita junpai adanya rajah, jimat di kantor-kantor, warung, kedai dan tempat usaha lain dengan keyakinan bisa memberikan banyak rezeki bagi dirinya. Sekali-kali tidak.

Pernyatan pemisahan secara total antara agama Islam dengan yang lain. Menohok kebiasaan jiwa-jiwa kerdil yang masih mepunyai warna toleransi terhadap agama lain dalam hal ibadah. Menegcam mereka yang mencampuradukkan agama.
Jika kita kaitkan kodisi umat islam di Indonesia, adalah mereka yang masih ikut-ikutan melakukan ibadah dengan agama lain ; acara natal bersama. Dengan berbagai macam alasan, tidak diperbolehkan. Melarang bercampurnya akidah dan amalnya dan mencampurkan yang baik dengan yang buruk. Ini adalah kejahiliyahan. Pdahal perbedaannya sangat jelas. Maka jalan keluar yang tepat adalah keluar dari kejahiliyahan secara total dan beralih kepada Islamsecara total. Melepaskan diri dari kejahiliyahan denag segala sesuatunyadan beralih kepada Islam dengan segala sesuatunya.
Totalitas. Tanpa basa basi, karena tanpa pemisah yang tegas seperti ini maka terjadi kekaburan, basa basi, kesamaran dan tamba sulam.
Inilah agam a tauhid yang murni dengan segala pandangan dan tata nilainya, akidah dan syariatnya. Benar-benar sempurna (kaffah).

SURAH AL-LAHAB
” Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungghnya dia akan binasa (1) Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apayang ia usahakan.(2) kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (3) Begitu pula isterinya, pembawa kayu bakar.(4) Yang dilehernya ada tali dari serabut ”(5)
Khusus berisi encaman, hinaan dan lukisan keburkan terhadap mereka uub dan suka membanggakan (harta bendanya dan apa yang diusahakan), suka mengunggulkan kemuliaan leluhurnya. Kepada orang-orang yang benci dan menghalang-halangi serta melakukan tipu daya terhadap dakwah Allah dan RasulNya. Kebinasaan sebagai balasan kepada orang-orang yang menentang dan merintangi dakwah Allah di dunia, dan api neraka diakhirat sebagai balasan yang sesungguhnya. Juga kehinaan yang diisyaratkan oleh tali di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s