refleksi akhir tahun

Posted: 25,Nov , 2007 in taujih



Siang memasuki malam dan malam menutupi siang. Begitulah perputaran waktu Tanpa pernah kita sadari waktu selalu beranjak memasuki episode kehidupan yang selalu berbeda. Menelisik lebih dalam atas apa yang kita kita lihat. Melihat semua ini perlu upaya lebih agar tahu apa sebenarnya yang berlalu dan yang sedang dijalani. Memang melihatnya tak sekedar dengan dua mata kita, tetapi perlu dengan mata jiwa, mata hati. Dengan begitu, kitapun akan bisa meresapi sampai ke hati pula. Cenderung memandang apa yang dilakukannya sebagai bagian dari proses.Yah, sebuah proses untuk bertahan dalam perputaran waktu. Karena langkah ini terkadang tak seindah langkah awal, tak bisa menjadi seperti apa yang kita minta.
Begitulah, kita hidup di dunia ini, terkadang karena berbagai problema hidup seolah menenggelamkan sumber cahaya abadi yang ada dalam hati ini, padahal justru karena problema hidup itu, “nilai” kita semakin teruji. Ujian ini seiring dengan waktu. Jadi ujian adalah waktu. Bagaimana mungkin kita bisa dibedakan dengan makhluk Allah yang lain, bila kita tidak pernah diuji. Nah, nikmati saja apa yang kini kita alami dan kita jalani. Kita, mungkin saat ini merasakan sesuatu yang belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tentu, langkah terindah yang bisa dilakukan adalah mencintai pekerjaan dan keadaan kita. Anggap ini sebagai rangkaian proses kita untuk meniti karier yang lebih baik di kemudian hari. Sebuah bagian dari proses pencapaian cita-cita dan impian kita.
Bagi yang sudah beranjak jauh, perlu sejenak menengok dan berevaluasi.Evaluasi penting, mencoba mendalami hati, apa dan sejauh mana ambisi pribadi kita. Jangan egois. Tepatnya, jangan melulu untuk berambisi menjadi orang sukses. Tapi berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat, manusia yang mempunyai kemanfaatan tak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi orang lain. Bagi seorang muslim, tentu paham di mana keberadaan manusia dimuka bumi ini memang ditentukan sejauh mana dia bermanfaat bagi orang lain. Kalau hanya mengejar sukses pribadi, tentu kurang afdhol.
Khusus bagi yang sedang melangkahkan sejengkal demi sejengkal kaki meraih capaian puncak, ada baiknya kita ingat pesan Rasulullah Muhammad SAW “Berharaplah dengan kebaikan, pasti kalian akan mendapatkannya”. Terkadang, memang kita perlu untuk berhenti sejenak, merenung. Perenungan ini adalah hanya sekedar untuk mengisi tenaga baterai dinamisnya saja. Dan sama sekali menolak untuk mandeg.
Setiap mukmin adalah pahlawan. Pahlawan sejati selalu melangkah menuju perbaikan diri. Berbekal niat dan keberanian. Seorang pahlawan layaknya elang. Menjadi tegar dengan berani terbang sendirian dan tentu saja lebih tinggi. Selalu merasakan kondisi, mencari dan memikirkan solusi serta menjalani gagasan itu jika dirasakan tepat dan berguna. Merasa ikut bertanggungjawab atas permasalahan yang dirasa kita dan orang lain. Menelurkan ide-ide yang luar biasa dan sesuai kebutuhan orang banyak. Bisa menanggulangi berbagai permasalahan yang mengintarinya dengan pembiayaan hemat dan metode yang praktis. Prioritas adalah pada hal-hal yang lebih urgen dan penting terlebih dahulu. Ia tidak boleh dikalahkan oleh waktu. Akan tetapi waktu itu justru harus ia taklukkan demi kepentingan pekerjaannya.
Muslim dinamis, yang sangat peka dengan peluang, menghargai waktu dan bisa memanfaatkannya serta menjadikannya ladang amal dalam rangka menabung karma (pahala). Ia akan terus berupaya dan berusaha sekuat tenaga mencapai cita-citanya. Meski ia harus berhadapan dengan tembok besar tantangan dan hambatan. Ia mampu merobohkan tembok besar itu. Dalam perjalanannya pasti ia akan menemui cemoohan orang-orang yang iri kepadanya. Tetapi ia menanggapi dengan tenang dan tidak putus asa. Sebagaimana Hasan Al Banna pesankan , “Bila jiwa itu besar, raga akan lelah mengikuti kehendaknya”. Ingat sentuhan hati dari Dr. Aidh Al-Qarni : “Orang-orang yang besar rela dikorbankan di jalan Allah yang Mahabesar, karena mereka telah menjual dirinya secara tunai dan menerima pembayaran arwahnya di majlis transaksi atas dasar perjanjian.
Ia laksana air. Selalu mencari jalan keluar untuk terus bergerak ; mencapai sebuah percepatan. Dan air juga pernah berhenti ketika ada hambatan yang tidak bisa dilewatinya. Berhenti untuk mengumpulkan kekuatan. Mencari setiap koordinat jalan keluar. Ketika dirasa cukup kuat, lalu…byur..! Maka hambatan teratasi, rintangan pun terlewati.
Disaat sunyi ini, mari merenungi diri. Kebahagiaan, apa arti sesungguhnya? Kebahagiaan bukanlah segala kompleksitas materi, pangkat, jabatan di organisasi atau sebuah image kesibukan luar biasa denagan berbagai amanah di organisasi. Tapi sejauh mana hati kita bisa merasakan ketenangan istiqomah menapak di jalan-Nya yang penuh cahaya. Sebuah bahan inspirasi, bahwa pada dasarnya sinar cahaya akan selalu benderang menghiasi ruangan – ruangan hati hamba yang beriman. Sang cahaya tak hilang walau diterjang berbagai awan yang melintang, karena sesungguhnya awan itu hanyalah sebuah “sarana penegasan” untuk bisa melihat sang cahaya kembali.

Lalu, sudah berapa seringkah kita berbuat baik terhadap sesama? Sudah berapa banyak kebahagian yang kita peroleh dalam hidup ini. Lihatlah hari ini apakah kita merasa bahagia dengan berbuat baik walau hanya menyingkirkan duri dari jalanan dengan masih dibukanya pintu kepedulian pada orang lain. Dalam sebuah hadits pun Rasulullah pernah bersabda, ” Sungguh unik perkara orang mukmin itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang mukmin. “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s