Aktivitas dimulai sekitar jam 4.30 meski jam berapapun saya tidurnya, kayaknya sih. Tadi malam tidur dini hari. Jam 1.30 am. Alhamdulillah lumayan cepat dan mudah bangunnya. Shalat subuh d masjid. Hingga jam 6 melakukan agenda pribadi, kadang tidur lagi (sebentar), siap2 untuk kativitas pagi ini. Nah, pukul 07.00 sudah keluar wisma menara untuk pinjam motor. [...]
Arsip untuk ‘aktifitas’ Kategori
Hari ini ujian 3 buah; Fisika Medis, Sistem Sensor dan Elektromagnetik II. Gak biasanya ujian mborong kayak gini. Khawatir juga. Persiapan yang kurang matang. Selain kelalaian diri, hari sebelumnya, minggu pagi ngajar di lubuk buaya. (Alhamdulillah, gajinya mengejutkan). Pagi jam 9 sampai 11 WIB. Jaraknya ? perjelanan 1 jam-an. Motornya pinjam Mas Dian (men.PSDM). Sepulang [...]
Hari ini adalah hari resepsi wisuda universitas andalas yang ke sekian kalinya. Di Unand, wisuda di lakukan sebanyak 3 kali dalam setahun. Dan sekali wisuda, kira2 sekitar 8.000 wisudawan/wati dengan berbeda masa kuliahnya. Dari 13 fakultas di Unand, secara serentak dilakukan berpusat di auditorium. Tumplek blek disana wisudawan/wati plus para orang tua dan keluarga dari [...]
Jadi mahasiswa, tak hanya cukup study oriented saja, tetapi keaktifan dalam menapaki dan mengisi masa-masa perkuliahan dengan berbagai kreativitas dan produktivitas sebagai mahasiswa. Misalnya dengan aktif dalam organisasi, dan lainnya dalam upaya pengeksploitasi sumber daya pada diri mahasiswa. Hal ini akan menambah tanggungjawab kita. Yang pertama, tanggungjawab akan studi kita kepada orang tua dan tanggung [...]
Reuni SMA 1 Pamenang / SMA 5 Merangin pada 14 September kemarin, diantaranya adalah moment bernostalgia pada masa keemasan. Pada saat kejayaan. Di sana ada kerinduan tentang harumnya nama SMA. Berikut diantaranya. Penyampaian Pak Agus Salim : bahwa pada tahun 90-an, SMA 1 Pamenang merupakan kiblat (panutan) bagi SMA lainnya. Apakah itu dalam bidang akademik [...]
SMA 1 Pamenang telah meluluskan sebanyak 2500 orang alumni dari sejak berdiri. Ini adalah hal menggembirakan karena sudah sebanyak itu SMA melahirkan generasi terbaiknya.
Pada beberpaa tahun lalu, ana pernah berinteraksi dengan pemain debus. Pd aatraksinya, dia memakan bara api. Benar-bear bara. Alhamdulllah, Allah memberikan peringatan kepadanya. Pada saat atraksinya dia megalamai kecelakaan. Bara dimakannya yang ternyata masih hidup, tak juga mati di saat dia makan, akibatnya, bukan hanya mulutnya saja yang terbakar, tetapi lidahnya berlubang terbakar. Terkelupas daging [...]
Serial : Agar keadilan menyejahterakan #3 Fasilitas kemudahan Ikhwah
Posted: 14,Nov , 2009 in aktifitasada bang Doni lg pake laptop, ana usul pake speaker aja, wow….keren…. ngebass banget, bikin semangat kala Jejak mars Korstrad eh Korsad mengalun, sejuk menenangkan kala Sahabat & Secebis Kenangan berjejaran suara keluarannya. Memang edisi special; Doni n Fadil. Afwan ana pake pinjam dulu speakernya.
Tiba-tiba bergetar HP (terbiasa tanpa suara jadi biar shalat gak terganggu karena boleh jadi lupa mensilentkan_banyak lho ADK yang kayak gini: kelupaan mensilentkan HP). Dari Deo; adik privat. Wah kenapa neh… firasat mengatakan..buruk. deo ternyata ada acara mengahdiri baralek sama temen-temennya. Jadi gak bisa belajar. Ya udah, gak bisa maksa. Dipersilahkan untuk menghadiri baralek dan penggantinya ternyata gak ketemu jadwalnya. Kamis aja. Seperti ini, kadang seneng kadang gak. Gak nya pemasukan otomatis gak jadi ada. Senengnya ada agenda lain yang bisa dihadiri. Gak deg-degan mengajar (ya iyalah, kan gak jadi ngajar). Meski dah beberapa kali ngajar (di Spring LC, sama anak kelas 3 SMA, sama anak yang mau UN, ngajar di GAMA, ngajar anak SMP di Asrama Haji, masuk team pengajar program superintensif SPM) tetep juga grogi wakt ngajar. Penyebabnya juga mental yang belum kuat.allah kuatkan hati hamba.
Allahu akbar…akhirnya aku putuskan yang tersambung. Menghadiri undangan goro dari PSM Pauh (pemuda sekitar wisma). Untuk goro memperbagus lapangan dan posko pemuda. Semoga ada kebaikan yang dilakukan disana nantinya. Amin.
Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui [al Baqarah 216]
Arya Sandhiyudha yang juga staff Ahli Komisi III DPR RI sengaja memberikan launching buku terbarunya sebagai sumbangan buku secara cuma-cuma sekaligus memberikan motivasi untuk bangkit dari kesedihan bencana gempa bumi. Tak hanya itu, ia juga memberikan penyadaran tentang bagaimana menjadi anak yang mampu berbakti kepada orangtua meski ditengah musibah bencana. “ Kita harus bangkit dari kesedihan ini. Tak usah berlarut-larut. Ingatlah, siapa yang paling sedih dengan musibah ini. Orangtualah yang paling mengkhawatirkan kita ketika gempa. Sudah selayaknya kita bisa memberikan balas jasa atas kasih sayang orangtua dengan menjadi anak yang dibanggakan orangtua” kata beliau ditngah-tengah lingkaran kerumunan anak-anak.
“Gempa boleh saja menguji kita, tetapi ujian ini hendaknya tak mengurangi rasa hormat dan berbaktinya kita kepada orangtua. Maka setiap kita, harus tahu apa yang orangtua inginkan kepada kita. Tanyakan kepaa mereka, apa yang mereka harapkan dari kita untuk kemudian kita wujudkan apa yang menjadi impian orangtua kita” imbuh beliau dalam penutupan ceramah motivasinya. Seiring pembagian buku gratis, buku dan alat tulis dan doorprize baju bagi anak-anak yang bertanya, beliau menjawab pertanyaan salah seorang penanya dengan memberikan tips menjadi anak emas bagi orangtua agar sesampainya di rumah, untuk berjanji menjadi anak yang berbakti kepada orangtua dan mewujudkan impian orangtua.
Selama dua hari, beberapa tempat dikunjungi dengan memberikan hadiah dan doorprize serta permainan-permainan yang disukai oleh anak-anak. Menyanyi bareng, pertanyaan-pertanyaan dan foto bersama dilakukan disetiap tempat yang menjadi posko FKI Rabbani Unand, diantaranya adalah Nagari Cimpago, Kampung Paneh, Durian Gadang Sikucur, beberapa masjid dan SMA 1 Kampung Dalam, Padang Pariaman. Anak-anak terlihat antusias dan gembira dengan apa yang dilakukan oleh tim relawan FKI Rabbani, meski kadang juga ada hal lucu yang dilakukan oleh anak-anak sehingga menambah semangat relawan FKI Rabbani Unand. Ketua Pengurus masjid setempat menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian mahasiswa yang tergabung dalam FKI Rabbani Unand yang memberikan perhatian lebih kepada pembinaan mental anak-anak yang terkena musibah.
Namun, tidak semua daerah yang dapat disinggahi oleh FKI Rabbani Unand, karena keterbatasan tenaga relawan yang dapat diturunkan. Hanya sekitar 10 relawan FKI Rabbani Unand selama dua hari itu bekerja keras memberikan sumbangan motivasi dalam rangka mental recovery kepada sekitar 240an anak-anak Sekolah Dasar, 60 siswa SMA dan ibu-ibu pengajian. Supadilah, selaku ketua rombongan meminta maaf kepada masyarakat setempat, jika ternyata hanya itu yang data mereka berikan dan mungkin kurang maksimal. “semoga dengan apa yang kami berikan ini, menunjukkan bahwa ibu-bapak tidak sendirian dalam menghadapi musibah ini. Kita adalah saudara, seiman dan sepenanggungan. Duka ibu-bapak juga adalah duka kami”. Sementara itu, hadir juga Ketua Umum FKI Rabbani Unand, Hanapia juga menyampaikan ucapan maaf dan apa yang diberikan janganlah dilihat dari besarnya bantuan yang diberikan. “Semoga kita bisa lebih tegar memaknai musibah ini, banyak hikmah dari musibah ini, dan semestinya kita kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan.”
Selama mengunjungi beberapa tempat yang menjadi daerah terparah di Pariaman, Arya Sandhiyudha yang juga Ketua Umum Yayasan Rumah Rakyat Semesta Indonesia juga menyampaikan keterkejutannya atas ketidaksamaan pemberitaan media dan juga perkiraan kondisi pasca gema dengan kenyataan yang sebenarnya. Dikatakan, di media sudah diberitakan bahwa Sumbar sudah pulih dan sudah dalam tahap bangkit, namun nyatanya masih ditemui masyarakat yang masih tinggal ditenda-tenda dan selama ini masih mengumpulkan dan membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan karena keterbatasan tenaga ahli dan dana. Menurutnya, status gawat darurat mestinya diperpanjang, karena pekerjaan-pekerjaan pemerintah dan perbaikan-perbaikan masih banyak. Bahkan verifikasi kondisi rumah juga masih ada yang belum menjangkau di beberapa tempat.
Memang, kita harus jujur dan melihat langsung apa sebenarnya terjadi di daerah-daerah yang menjadi korban bencana juga professional dalam distribusi bantuan sehingga penderitaan dan kesedihan masyarakat berkepanjangan.[Rabbani Multimedia Center/Supadilah]